Mengkhatamkan Al-Qur'an Atau Mempelajari Al-Qur'an? Mana Yang Lebih Baik (Part 2)

Author : HUSNUS UUSTidak ada komentar

http://hierophyte.blogspot.com/2009_09_01_archive.html

ane lanjutin gan yang dari part 1
dalam sabda Nabi Muhammad S.A.W
"Sesungguhnya Al-Quran ini adalah hidangan Allah, maka kalian terimalah hidangan-Nya itu semampu kalian." (HR. Hakim)

dalam sabda itu, sudah dijelaskan bahwa kita menerima Al-Qur'an itu Semampu kita. jadi secara tidak langsung Allah S.W.T telah memberikan kita Banyak Keringanan dalam membaca Al-Qur'an, lalu untuk apa kita membuat hal tersebut menjadi lebih susah? apakah karena gengsi? mungkin itulah penyebabnya.

"jadi TS, Mana Yang lebih Baik? mengkhatamkan atau mempelajari?"

nah..... menurut ane gan, kalau bisa sih keduanya. Tapi berhubung TS masih ABG, untuk melakukan hal itu sulit(bukannya gak bisa lo ya..!) jadi kalau disuruh pilih diantara dua itu, ane sih LEBIH memilih yang Mempelajarinya daripada Mengkhatamkanya, kenapa ane berpendapat seperti itu? pemikiran ini ane dapatkan setelah memahami salah satu scene makna dari film "3 Idiots"
sumber : http://www.mindthenews.com/life-lessons-funny-movie-3-idiots-teaches/
untuk yang sudah nonton 3 Idiots, masihkan kalian semua inget scene 3 Idiots yang diatas? scene tersebut menceritakan kurang lebih begini.....


chatur terpilih untuk berpidato mewakili mahasiswa di hari guru.namun dia menulis pidatonya dengan bahasa india murni yang mungkin bagi chatur yang bukan orang india asli tidak mengetahui makna tersebut. dalam membuat teks pidato tersebut, dia dibantu oleh pustakawan di universitasnya. Dia lalu berkata tidak butuh penjabaran maknanya, dia akan menghafalkan semua teks pidatonya. 
namun sebelum teks tersebut di cetak, rancho dan temannya mencegah hal tersebut dan menjaili chatur dengan cara merubah beberapa kata, salah satunya "ajaib" menjadi "cabul" dan mencetaknya sehingga beberapa kata dari hal tersebut terdengar sangat aneh dan kurang terhormat didengarkan di hadapan rektor dan perdana menter, alhasil saat dia berpidato di depan para mahasiswa, rektor serta perdana menteri. kontan membuat semua orang yang hadir tertawa, kecuali sang perdana menteri dan rektor yang dipermalukan akibat pidato si chatur............. (untuk lebih jelasnya liat aja sendiri di filmnya)


dari cuplikan salah satu scene tersebut dapat kita ambil kesimpulan 
"janganlah kalian hanya menghafalkan atau membacanya tanpa memahami apa yang kalian baca tersebut"
 nah, dari scene tersebut, akhirnya pikiran ane terbuka, bagaimana kalau di masa depan anak cucu kita meniru perlakuan kita yang HANYA membacanya TANPA mengetahui Maknanya sehingga ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab merubah ayat-ayat al-qur'an sehingga kita tidak mengetahuinya karena kita HANYA membacanya saja tanpa mengetahui maknanya.
Posted On : Minggu, 12 Juli 2015Time : 12.15
SHARE TO :
| | Template Created By : Binkbenks | CopyRigt By : berbagi ilmu dan pengalaman | |